Platform Six

Stay in line, or pay the cost

Nendang

leave a comment »

Written by Egi Primayogha

December 30, 2009 at 1:31 am

Posted in Uncategorized

Moors Murders

leave a comment »

Saya baru saja nonton Avatar. Iseng-iseng saya membuka lyrics lagu Crass – Mother Earth karena terinsipirasi film itu. Tertera disana “It’s Myra Hindley on the cover, your very own sweet anti-mother”. Ketika googling keluarlah Moors Murders. Silahkan dibuka sendiri :

Moors Murders

Obituary: Myra Hindley

Written by Egi Primayogha

December 26, 2009 at 1:25 am

Posted in Uncategorized

So long ago

leave a comment »

So long, so long ago.
To waves gently say hello

Brian Wilson – Forever She’ll be My Surfer Girl

Written by Egi Primayogha

December 25, 2009 at 12:36 am

Posted in Uncategorized

Semua Kerana

leave a comment »

Kalau kalian semua bertanya; kenapa saya rela merogoh kocek 15 ribu per minggu demi majalah Tempo? kenapa saya selalu benci kalau KKBM keburu tutup dan saya tidak sempat membelinya? dan kenapa saya kesal ketika Dhito mengambil majalah Tempo tanpa seizin saya? (walau tidak mau mengaku -tapi menjawab sambil cengengesan-). Itu karena membuka majalah tempo versi digital di tempointeraktif.com membutuhkan waktu akses yang lama sekali.

SIAL!

Written by Egi Primayogha

December 23, 2009 at 9:50 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with , ,

I Don’t Have to Learn

leave a comment »

Music is art, and art always has different meanings depending on who sees or listens to it.

-Anonymous-

Written by Egi Primayogha

December 23, 2009 at 6:42 pm

Posted in Uncategorized

9 Bulan Ibu Mengandung

leave a comment »

Akhirnya buletin kampus tiga terbit juga. Penerbitan ini seperti tinja yang malu-malu untuk keluar. Sudah mau keluar, eh tidak jadi, mau keluar lagi, eh gagal lagi. Isinya memang sampah dan dibuat untuk bersenang-senang. Jadi jangan protes kalau bilang isinya tidak penting. Toh, kalau isinya serius dan terlalu bermuatan politik pun kalian pasti malas membacanya.

Kalau berminat, Download versi PDF nya.

Written by Egi Primayogha

December 22, 2009 at 10:53 pm

Posted in Uncategorized

Mengolah Raga

leave a comment »

Setelah keanehan karena bangun tidur selalu sakit kepala, dan hidung yang produktif mengeluarkan ingus,  saya jadi teringat sudah tidak pernah lagi olahraga sejak  tengah tahun yang lalu. Paling-paling terakhir saya jalan dari gandok sampai Unpar bersama Aconk, dan ikut moshing tanpa berkeringat di acara kemarin. Padahal dulu saya lelaki sporty yang bermain futsal satu minggu satu kali, dan lari satu minggu dua kali di Sasana Budaya Ganesha. Kini saya menjadi sadar betapa pentingnya mengidolakan Asep Dayat.

Written by Egi Primayogha

December 22, 2009 at 10:14 pm

Posted in Uncategorized

Teknologi adalah Nasi

leave a comment »

Kalau bisa, saya ingin membuang handphone saya. Karena saya tidak butuh menghubungi kalian. Tapi kalian yang selalu menghubungi saya. Dan sejujurnya saya tidak enak sekaligus kasihan dengan kalian, maka saya selalu menunda-nunda waktu untuk membuang handphone saya.

Teknologi adalah Nasi.

Written by Egi Primayogha

December 21, 2009 at 11:49 pm

Posted in Uncategorized

Jabulani itu bulat 100%

leave a comment »

Kendati tak sebulat Jabulani. Tekad saya sudah bulat. Saya akan kembali pindah ke multiply, karena saya rindu masa-masa itu. Besok, setelah ujian hari terakhir, saya add satu-satu teman lama saya, saya upload gambar-gambar buruk saya, dan akan saya cemooh multiply mirza dan dhito.

*saya googling dengan keyword jabulani tapi tidak ada satupun gambar bola bundar mewah yang  keluar

Written by Egi Primayogha

December 21, 2009 at 11:30 pm

Posted in Uncategorized

Demi Lingkungan!

leave a comment »

Jangan bawa mobil. Emisi gasnya terlalu tinggi. Lebih baik bawa sepeda motor

Jangan bawa sepeda motor. Emisi gasnya masih tetap tinggi. Lebih baik pakai sepeda

Jangan pakai sepeda. Lebih baik berjalan kaki

Tetapi mengapa ketika sudah terbiasa berjalan kaki lalu pakai sepeda? bayangkan jika pakai sepeda ke ITB, kotoran-kotoran kuda ikut terinjak di ban sepeda, lalu kamu mengendarainya keliling kota Bandung. Dan itu artinya kampanye cinta lingkungan pun tak lagi bermakna hey kawan.

Sudah positif buat apa ambil yang negatif?

Written by Egi Primayogha

December 20, 2009 at 3:20 am

Posted in Uncategorized